Saturday, 30 May 2026

Pentingnya Kurikulum Al-Qur’an dalam Pembinaan Akhlak.

Senin, 18 Mei 2026 | 04:48 WIB
Dirto Susanto
DIRTO SUSANTO Tim Redaksi

SUBANG, PC IKPM Gontor Subang – Di era sekarang, tantangan terbesar pendidikan bukan lagi sekadar membuat anak menjadi pintar, tetapi menjaga akhlaknya tetap baik, banyak orang tua mulai merasakan keresahan yang sama. Anak-anak semakin mudah terpengaruh oleh lingkungan, tontonan, dan media sosial. Perkataan yang dulu tidak pantas, kini dianggap biasa. Adab kepada orang tua dan guru perlahan memudar.

Anak mudah marah, sulit fokus, bahkan terlalu sibuk dengan dunianya sendiri.Kecerdasan tanpa akhlak tidak akan membawa ketenangan. Anak mungkin tumbuh dengan banyak kemampuan, tetapi tanpa pondasi iman dan adab, mereka akan mudah kehilangan arah ketika menghadapi dunia yang semakin bebas. Anak Hari Ini Tumbuh di Tengah Arus yang Sangat Deras Teknologi memang membawa banyak manfaat. Anak bisa belajar lebih cepat, mengenal banyak hal, dan mendapatkan ilmu dari mana saja. Namun di saat yang sama, mereka juga tumbuh di tengah arus informasi yang begitu deras.

Apa yang mereka lihat setiap hari perlahan membentuk cara berpikir dan sikap mereka. Media sosial sering menjadikan viral lebih penting daripada adab. Konten-konten singkat membuat anak terbiasa dengan sesuatu yang instan. Tidak sedikit anak yang akhirnya lebih banyak belajar dari internet dibandingkan dari orang tua atau gurunya sendiri. Karena itu, anak-anak hari ini membutuhkan sesuatu yang mampu menjadi pondasi dalam dirinya.

Sesuatu yang tidak hanya mengajarkan mana yang benar dan salah, tetapi juga menjaga hati mereka tetap hidup, disinilah pentingnya kurikulum Al-Qur’an yang Bukan Sekadar Hafalan Padahal lebih dari itu, Al-Qur’an adalah sarana pembinaan akhlak.

Ketika anak dibiasakan dekat dengan Al-Qur’an, mereka sedang belajar banyak hal : Belajar menghormati guru, Belajar disiplin menjaga hafalan, Belajar bersabar dalam proses, Belajar menjaga lisan, Belajar merasa diawasi oleh Allah Akhlak yang baik tidak lahir hanya dari nasihat.

Ia tumbuh dari kebiasaan yang terus dijaga setiap hari.Interaksi yang rutin dengan Al-Qur’an membantu anak memiliki hati yang lebih lembut, lebih tenang, dan lebih sadar terhadap perilakunya sendiri. Al-Qur’an Menyentuh Hati Anak Di zaman sekarang, anak-anak tidak cukup hanya diberi aturan. Mereka juga membutuhkan kekuatan hati. Sebab ketika anak hanya dijaga dengan pengawasan, mereka mungkin akan baik saat dilihat. Namun ketika mereka memiliki iman dan kedekatan dengan Al-Qur’an, mereka belajar menjaga dirinya sendiri meskipun tidak ada yang mengawasi.Inilah yang membuat pendidikan Qur’ani begitu penting.

Al-Qur’an tidak hanya mengajarkan ilmu, tetapi juga menanamkan rasa takut kepada Allah, rasa hormat kepada orang tua, dan kesadaran bahwa setiap perbuatan memiliki nilai di hadapan-Nya. Lingkungan Qur’ani membantu membentuk kebiasaan yang baik karena Akhlak anak tidak dibentuk dalam satu hari. Ia tumbuh dari lingkungan, pembiasaan, dan suasana yang mereka jalani setiap waktu.

Lingkungan yang dekat dengan Al-Qur’an akan membantu anak terbiasa dengan : Mendahulukan adab sebelum ilmu, Menjaga kedisiplinan, Menjaga pergaulan, Menghormati sesama, Membiasakan diri dengan nilai-nilai Islam di tengah dunia yang penuh distraksi, lingkungan seperti ini menjadi sangat berharga bagi pertumbuhan anak.

Kita mungkin tidak bisa selalu mengawasi anak-anak kita setiap waktu. Dunia di luar akan terus berubah, teknologi akan terus berkembang, dan pengaruh lingkungan akan semakin besar. Namun ketika Al-Qur’an hidup di hati mereka, maka mereka akan memiliki pegangan dalam menjalani hidupnya. Karena pada akhirnya, tujuan pendidikan bukan hanya mencetak anak yang cerdas, tetapi juga menghadirkan generasi yang memiliki iman, adab, dan hati yang baik.

Editor : Media dan Publikasi PC IKPM Gontor Subang

Penulis : Egi Muhammad Syafii