SUBANG, ikpmsubang.org – Ikatan Keluarga Pondok Modern (IKPM) Subang hadir dalam kegiatan Multaqo Ulama bersama Al-Habib Umar bin Hafidz, ulama terkemuka asal Tarim, Yaman, yang diselenggarakan di Pondok Pesantren Al-Ihya Subang, Selasa (13/10/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari peringatan Sewindu Pondok Pesantren Al-Ihya Subang periode 2018–2026.

Multaqo Ulama tersebut menjadi momentum silaturahmi dan penguatan peran ulama dalam membimbing umat, sekaligus meneguhkan kembali tanggung jawab keilmuan, spiritualitas, dan pengabdian sosial di tengah kehidupan masyarakat.
Dalam kesempatan tersebut, KH. Hasan Abdullah Sahal, pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor, turut menyampaikan pesan melalui rekaman video. Sementara itu, Al-Habib Umar bin Hafidz hadir menyampaikan nasihat yang menekankan besarnya amanah ulama dalam kehidupan umat.
Tiga Amanah Utama Ulama
Dalam nasihatnya, Al-Habib Umar bin Hafidz menyoroti tiga bidang pengabdian utama yang perlu mendapat perhatian para ulama, yaitu penyucian jiwa (tazkiyatun nafs), pembangunan kemandirian, dan pemeliharaan hubungan antarmanusia.
Pertama, penyucian jiwa sebagai inti pendidikan dan dakwah. Menurut pesan yang disampaikan, ilmu tidak cukup berhenti pada penguasaan pengetahuan, tetapi harus melahirkan perubahan dalam diri, memperbaiki akhlak, menguatkan ibadah, serta menumbuhkan kesadaran akan pertanggungjawaban di hadapan Allah SWT. Ulama dan pendidik diharapkan memulai pembinaan dari diri sendiri sebelum membimbing murid, keluarga, dan masyarakat. Ilmu yang disertai keteladanan, keikhlasan, dan bimbingan ruhani akan lebih bermakna dalam membentuk pribadi yang berakhlak mulia.
Kedua, membangun kemandirian umat. Habib Umar mengingatkan pentingnya memanfaatkan karunia Allah melalui pekerjaan dan usaha yang halal. Kemandirian ekonomi perlu dibangun dengan kejujuran, tanggung jawab, pemahaman terhadap ketentuan agama, serta kepedulian terhadap kemaslahatan bersama. Dalam hal ini, ulama memiliki peran untuk membimbing umat agar mampu menjalankan aktivitas ekonomi sesuai tuntunan syariat, menjaga hak orang lain, dan menjadikan hasil usaha sebagai sarana kebaikan.
Ketiga, menjaga hubungan antarmanusia berdasarkan keadilan. Kehidupan bermasyarakat memerlukan pemahaman mengenai hak, kewajiban, adab, dan tanggung jawab. Ulama diharapkan menjadi pembimbing yang mengarahkan masyarakat untuk menjaga keamanan, menghindari kezaliman, serta membangun hubungan yang baik, termasuk dengan orang-orang yang berbeda keyakinan. Pesan tersebut menegaskan bahwa pengabdian keilmuan tidak hanya berkaitan dengan hubungan manusia kepada Allah, tetapi juga harus tercermin dalam perilaku sosial dan upaya menjaga kemaslahatan masyarakat.

Merawat Warisan Ulama dan Melanjutkan Pengabdian
Dalam nasihatnya, Habib Umar bin Hafidz juga mengingatkan pentingnya merawat warisan keilmuan dan perjuangan para ulama Indonesia. Sejarah panjang dakwah dan pendidikan Islam di Indonesia merupakan amanah yang perlu diteruskan melalui pendidikan, keteladanan, persatuan, dan pengabdian nyata kepada umat. Penghormatan kepada para pendahulu tidak cukup diwujudkan melalui pengenangan jasa mereka, tetapi perlu dilanjutkan dengan kesungguhan menjaga lembaga pendidikan, mengembangkan ilmu, serta menghadirkan manfaat bagi masyarakat.

Bagi keluarga besar IKPM Subang, momentum Multaqo Ulama ini dapat menjadi pengingat akan pentingnya peran alumni dalam meneruskan nilai-nilai pendidikan pesantren. Alumni tidak hanya membawa bekal ilmu dari lembaga pendidikan tempat mereka belajar, tetapi juga memiliki tanggung jawab untuk mengamalkan dan menyebarkan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan bermasyarakat.
Melalui semangat silaturahmi dan penguatan amanah keilmuan, kehadiran IKPM Subang dalam kegiatan ini menjadi bagian dari ikhtiar untuk terus menjaga hubungan antarkeluarga pesantren serta memperkuat kontribusi alumni bagi umat.

Semoga nasihat yang disampaikan dalam Multaqo Ulama ini menjadi pengingat bagi para ulama, pendidik, santri, dan alumni untuk senantiasa memperbaiki diri, membangun kemandirian, menjaga persaudaraan, serta melanjutkan perjuangan dakwah dan pendidikan dengan penuh keikhlasan. Disarikan dari materi nasihat Al-Habib Umar bin Hafidz yang ditranskripsikan dan diringkas oleh KH. Ahmad Jamil, Ph.D. (Red/IKPM Subang)






