Kenapa orang tua harus memondokkan anaknya ke Pesantren???

Senin, 11 Mei 2026 | 05:35 WIB
Dirto Susanto
DIRTO SUSANTO Tim Redaksi

Subang, PC IKPM Gontor Subang – Jika kita bertanya kepada diri kita sebagai orangtua maka apa sebenarnya tugas kita sebagai orangtua terhadap anak-anak kita? di dalam surat At-Tahrim ayat 6 dijelaskan bahwa tugas orangtua adalah menjaga dirinya dan keluarganya dari hal-hal yang menjerumuskan ke dalam api neraka.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

Wahai orang-orang yang beriman, jagalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu (At-taḥrīm Ayat 6).

Jika kita melihat kondisi lingkungan saat ini untuk anak-anak kita sangat mengkhawatirkan; anak laki-laki yang dicekoki dengan game online yang merusak fikiran dan tubuhnya, anak perempuan yang diracuni dunia media sosial dan pergaulan yang sangat merusak. Dengan kondisi yang berbahaya inilah menurut saya memondokan anak untuk menjaga dari kerusakan-kerusakan itu adalah sebuah kewajiban karena anak butuh lingkungan yang baik supaya terjaga fikirannya, jasmaninya, hatinya bahkan makanannya. Setidaknya ada beberapa alasan kenapa kita harus memondokan anak di pesantren:

  1. Anak di Pesantren terjaga pergaulannya dari sikap tutur kata dan pergaulan di pesantren cenderung lebih baik dibanding pergaulan di sekolah luar.
  2. Anak di pesantren terjaga ibadahnya dari shalat serta baca Al-Qur’annya jika diluar anak-anak kita sangat susah untuk melaksanakan sholat serta membaca al-Qur’an, penulis pernah mendapatkan keluhan dari seorang Guru SMP Negeri yang jika dia mengajar selalu bertanya kepada muridnya di kelas apakah anak-anak sudah melaksanakan shalat shubuh tadi pagi, dari 1 kelas yang ditanya oleh gurunya yang melaksanakan sholat shubuh Ketika itu hanya 1 sampai 2 siswa saja dari jumlah 30 siswa. Jika sholat sudah ditinggalkan oleh anak-anak kita maka pondasinya akan rapuh naudzubillah.
  3. Sepulangnya anak dari sekolah banyak anak-anak yang setelahnya pergi nongkrong, merokok, joget-joget di media sosial dan lain sebagainya berbeda dengan pesantren setelah pulang sekolah biasanya para santri sholat makan serta melaksanakan aktivitas lainnya yang bermanfaat.
  4. Makanan dan minuman sekarang banyak yang tidak sehat dan merusak tubuh anak-anak kita banyak kasus anak-anak kecil yang sudah cuci darah karena makanan dan minuman yang sering mereka konsumsi berbeda dengan pesantren makanan dan minuman sudah diatur dengan baik.
  5. Di pesantren anak-anak banyak belajar adab dan akhlaq sehingga anak-anak yang mesantren cenderung akhlaqnya lebih baik dibanding anak yang sekolah diluar karena di pesantren santri banyak mempelajari akhlaq Rasulullah para sahabat, ulama-ulama serta melihat langsung baiknya akhlaq Kiyai dan Ustadz-Ustadzah.
  6. Di Pesantren terkontrol 24 Jam dari kegiatannya, makannya serta istirahatnya berbeda dengan diluar yang anak-anak diperhatikan hanya di kelas oleh gurunya atau di ketika di rumah oleh orangtuanya dengan perhatian yang terbatas.

Dengan memondokan anak kita di pesantren memang tidak menjamin anak kita menjadi baik karena manusia hanya bisa berikhtiyar dan Allah yang menentukannya tapi setidaknya dengan memondokan anak di pesantren kita sudah melaksanakan kewajiban kita sebagai orangtua yaitu menjauhkan hal-hal yang menjerumuskan anak-anak kita dari api neraka dan nilai plusnya adalah orangtua yang memondokan anaknya di pesantren minimal selalu didoakan oleh anak-anaknya.

Editor : Media dan Publikasi PC IKPM Gontor Subang

Penulis : Acep Lukman Alumni 2009